Home > Blog > Mikrotik

Mengatasi Drama Buffer: Script YouTube Prioritas di Mikrotik RouterOS v7 (ROS7)

Oleh: Haikal DP | Tanggal: 9 Juli 2026

Pernah gak sih lagi asyik ngopi, tiba-tiba HP bunyi karena ada komplain jaringan lemot? Pas dicek, ternyata ada salah satu user yang lagi *streaming* video 4K, sementara user lain mau buka halaman web ringan aja muter-muter kayak komidi putar. Urusan bagi-bagi bandwidth di jaringan lokal, entah itu di rumah, kantor, atau jaringan RT/RW Net memang sering kali memicu drama internal.

Salah satu "pelaku utama" penyedot kuota terbesar biasanya tidak jauh-jauh dari platform video kesayangan kita semua: YouTube. Karakteristik traffic YouTube itu cukup unik. Begitu kita klik satu video, dia bakal langsung narik bandwidth sebesar-besarnya di awal (*buffering* agresif) biar videonya jalan lancar tanpa putus. Bagus buat yang nonton, tapi bencana buat tetangga sebelahnya yang lagi mabar atau Zoom *meeting*.

Nah, di sinilah fungsi managemen bandwidth masuk. Tapi, kalau kita pakai cara lama seperti *Layer 7 Protocols*, kasihan CPU router kita—bisa menjerit sampai 100% kalau user-nya banyak. Kabar baiknya, sejak era RouterOS v7 (ROS7), kita punya kombinasi maut yang jauh lebih efisien, yaitu memanfaatkan fitur **Firewall Raw**. Dia bekerja lebih awal sebelum paket data diproses lebih dalam, jadi beban CPU router tetap adem ayem.

Daripada memperpanjang teori, yuk langsung kita eksekusi saja. Di bawah ini adalah racikan script siap pakai yang biasa saya terapkan di router. Kamu tinggal salin dan sesuaikan sedikit dengan kondisi lapangan.

PENTING: Langkah 0 - Daftarkan IP Jaringan Lokal (Address List)

Sebelum masuk ke script inti, ada satu hal yang **wajib hukumnya** kamu lakukan. Script ini menggunakan acuan nama lokal untuk mengenali mana perangkat client kamu. Jadi, kamu harus memasukkan seluruh IP distribusi atau IP subnet Wi-Fi kamu ke dalam Address List Mikrotik secara manual.

Buka terminal Mikrotik kamu, lalu masukkan network IP lokalmu (sesuaikan dengan IP router-mu, contoh di bawah menggunakan IP umum 192.168.1.0/24 dan 192.168.2.0/24):

/ip firewall address-list
add address=192.168.1.0/24 list=lokal
add address=192.168.2.0/24 list=lokal

*Note: Silakan tambah barisnya jika kamu punya lebih dari satu segmen IP distribusi Wi-Fi atau LAN yang ingin ikutan diprioritaskan.

1. Menjebak IP Target: Firewall Raw (Address List)

Langkah selanjutnya adalah membuat daftar otomatis. Setiap kali ada perangkat dari list lokal yang mencoba mengakses domain yang berbau YouTube, IP tujuannya langsung kita catat dan simpan di dalam *address-list* bernama YouTube selama 1 jam.

/ip firewall raw

add chain=prerouting \
src-address-list=lokal \
dst-address-list=!lokal \
content=youtube.com \
action=add-dst-to-address-list \
address-list=YouTube \
address-list-timeout=1h

add chain=prerouting \
src-address-list=lokal \
dst-address-list=!lokal \
content=googlevideo.com \
action=add-dst-to-address-list \
address-list=YouTube \
address-list-timeout=1h

add chain=prerouting \
src-address-list=lokal \
dst-address-list=!lokal \
content=ytimg.com \
action=add-dst-to-address-list \
address-list=YouTube \
address-list-timeout=1h

add chain=prerouting \
src-address-list=lokal \
dst-address-list=!lokal \
content=youtu.be \
action=add-dst-to-address-list \
address-list=YouTube \
address-list-timeout=1h

2. Memberi Tanda Paket: Firewall Mangle

Setelah IP tujuannya ketahuan, sekarang kita tandai jalurnya menggunakan *Mangle*. Kita berikan tanda pada koneksinya dulu (`YT_CONN`), baru setelah itu paket datanya kita stempel dengan nama `YT_PACKET` supaya nanti bisa dikenali oleh Queue Tree.

/ip firewall mangle

add chain=prerouting \
src-address-list=lokal \
dst-address-list=YouTube \
action=mark-connection \
new-connection-mark=YT_CONN \
passthrough=yes

add chain=forward \
connection-mark=YT_CONN \
action=mark-packet \
new-packet-mark=YT_PACKET \
passthrough=no

3. Keadilan Sosial bagi Seluruh User: Queue Type

Agar tidak ada satu user pun yang memonopoli seluruh jalur YouTube sendirian, kita gunakan tipe *PCQ (Per Connection Queue)*. Fitur ini secara otomatis membagi bandwidth secara adil dan rata ke semua user yang aktif.

/queue type
add name=PCQ-DOWN kind=pcq pcq-classifier=dst-address
add name=PCQ-UP kind=pcq pcq-classifier=src-address

4. Eksekusi Akhir: Jalur Khusus di Queue Tree

Langkah penutup adalah membuat pohon antrean (*Queue Tree*). Di sini kita tentukan berapa batas maksimal bandwidth keseluruhan, lalu kita berikan prioritas lebih tinggi (angka priority lebih kecil berarti lebih diutamakan, di sini kita pakai `priority=5`).

*Catatan Penting: Jangan lupa ubah bagian parent=ether1 (untuk jalur unduh/internet) dan parent=wlan1 (untuk jalur lokal/client/Wi-Fi) sesuai nama interface asli yang aktif di Mikrotik kamu ya!

/queue tree
add name=DOWNLOAD parent=ether1 max-limit=300M
add name=UPLOAD parent=wlan1 max-limit=300M

add name=YT-DOWN \
parent=DOWNLOAD \
packet-mark=YT_PACKET \
priority=5 \
queue=PCQ-DOWN \
max-limit=300M

add name=YT-UP \
parent=UPLOAD \
packet-mark=YT_PACKET \
priority=5 \
queue=PCQ-UP \
max-limit=300M

Kalau semua langkah di atas sudah kamu eksekusi, silakan pantau di menu *Queue Tree* router-mu. Jika jalurnya berubah warna jadi kuning atau merah saat ada yang buka video, berarti script-nya sudah bekerja mendisiplinkan traffic YouTube di jaringanmu.

Sekarang kamu bisa balik ngopi dengan tenang tanpa perlu khawatir drama jaringan putus-putus lagi. Kalau ada bagian script yang kurang dipahami atau mau dimodifikasi sesuai topologi jaringanmu, yuk coret-coret di kolom diskusi lain kali. *Happy Routing!*

← Kembali ke Beranda